Kamis, 14 Mei 2015
Sabtu, 09 Mei 2015
Senin, 04 Mei 2015
Cara Memasang Air Suspension
AIR suspension, alias suspensi mobil dengan bantalan udara digunakan sebagai penopang bantingan dan pengganti fungsi per. Awalnya, sistem ini diperkenalkan oleh General Motors (GM) pada bis sekitar tahun 1958. Hingga kini penggunaanya banyak diaplikasi oleh berbagai mobil,bus dan trailer.
Berkat adanya bantalan udara, tekanan angin dapat diatur seusai dengan bobot terhadap ketinggian kendaraan. Intinya, termasuk komponen yang “adjustable”. Hal itu tentunya diperlukan sebuah peranti pompa udara dan tabung penyimpanan, sebelum disuntikan masuk lewat katup selenoid.
Sistem air suspension menggunakan pompa udara elektrik atau sebuah kompresor udara yang digerakkan oleh mesin mobil. Kompresor ini bertugas menghasilkan udara bertekanan mengisi air bag yang menggantikan fungsi dari per atau spring besi biasa. Proses instalasi dan konfigurasi untuk air suspension bervariasi tergantung dari model kendaraan yang menggunakannya. Akan tetapi prinsip utamanya sebetulnya tidak jauh berbeda.
Berikut beberapa tips yang dapat dicoba untuk memasang air suspension system. Pertama, sebelum melakukan modifikasi pada system suspensi manual dengan hidrolik, perkirakan terlebih dahulu berat mobil Anda untuk menentukan kit suspension dan air bag yang akan digunakan. Kemudian, pasang air shock dan ukur dengan kondisi tinggi dan rendah yang diinginkan.
Setelah itu, lakukan custom shock, sasis dan fender jika, sangat diperlukan. Selanjutnya, susun dan rangkai kit (air tank, solenoid, compressor) minus air shock dan lakukan simulasi dalam kondisi tidak terpasang menggunakan aki terpisah. Kemudian, instalasi selang-selang sesuai dengan manual. Terakhir adalah gabungkan kit dengan selang dan air shock pada posisi yang proporsional dalam mobil. Selamat mencoba.
Kelebihan Dan Kelemahan Air Suspension
Kelebihan Dan Kelemahan
Penggunaan air suspension pun sudah tidak hanya sekedar sebagai pelengkap dalam ajang kontes Modifikasi saja, tapi tetap bisa juga untuk penggunaan sehari-hari. “kalau untuk sehari-hari, biar lebih efisien soalnya bisa diatur tinggi-rendahnya suspensi, karena tekanan angin dapat diatur dan disesuaikan antara bobot kendaraan dengan ketinggian kendaraan. Kalau dicangkok untuk kontes Modifikasi biasanya ada point lebih” ujar Sammy, salah satu pentolan dari rumah ModifikasiSAS Bodyworks.
Hingga kini, pengaplikasian air suspension pun tidak terbatas hanya pada mobil saja tapi sudah untuk bus, truk dan bahkan untuk trailer. Dapat dibilang penggunaan air suspension sangat fleksibel, karena selain bisa digunakan untuk harian dan kontes, ketinggian mobil (Ground Clearance) juga bisa lebih diatur dan sesuaikan dengan kondisi jalanan agar bagian bawah mobil tidak mudah beradu dengan jalanan dengan sekejap hanya menekan tombol pengatur dan sesuai dengan kemauan.
Tentunya ini sangat berbeda dengan mobil yang masih menggunakan per biasa pada suspensinya, karena ketinggiannya tidak bisa diatur dengan sekejap. Akan tetapi perangkat air suspensi memerlukan perawatan yang ekstra dibandingkan suspensi dengan per biasa. Perawatan untuk air suspension pun sebenarnya tidaklah rumit, seperti yang juga pernah dijelaskan dalam artikel 'Mengenal Air Suspensi '
Karena air suspension ada 2 jenis, maka masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan khusus yang berbeda pula, yaitu :
Kelebihan untuk air suspension jenis balon bisa dibilang bantingannya (Rebound) lebih terasa empuk (Soft) dibandingkan dengan yang model air silinder, sedangkan kelemahannya air suspensi jenis terutama jika ingin diaplikasikan pada celah suspensi mobil yang sempit seperti jenis sedan atau city car, karena bentuknya agak melebar dan terbuat dari karet, di khawatirkan akan bergesekan dengan dinding di liang suspensi sehingga dapat menyebabkan kebocoran. Jadi lebih banyak digunakan pada mobil berbobot besar seperti jenis SUV.
Tapi untuk model air silinder, karena bentuknya yang ramping, maka jenis ini lebih banyak dan cocok dipergunakan pada mobil-mobil mempunyai celah sempit semacam sedan, sedangkan kekurangannya tipe ini memiliki bantingan yang lebih keras.
Untuk proses aplikasi atau pemasangannya pun bisa dibilang tidak rumit, yang pasti pertama-tama harus dilihat terlebih dahulu tipe / jenis mobilnya apa dan juga jenis suspensi awalnya serta kedudukannya (Mounting). Karena Komponen-komponen utamanya air suspension sendiri adalah terdiri dari selang, tabung, kompresor, selenoid dan juga pressure gauge, jadi perlu dipikirkan juga untuk penempatan-penempatannya terutama kompresor. Yang pasti untuk pemakaiannya cukup disesuaikan dengan kondisi jalanan dan kebutuhan dari pengemudi.
Jenis, model dan brand dari air suspension pun ada banyak dan kebanyakan dengan model bolt-on alias tinggal pasang. Tapi ada juga dibeberapa tempat, biasanya rumah Modifikasi , yang menggunakan model custom alias ada beberapa perangkat yang menggunakan brand sendiri. Untuk harga model custom dipatok harga ±17.5 juta itu sudah termasuk pemasangannya, sedangkan untuk model bolt-on harga yang dipatok ±30 juta. Waktu pemasangannya, di bengkel SAS sendiri butuh waktu kira-kira 2 minggu.
Cara Kerja Air Suspension Pada Bus
Belakangan ini, teknologi suspensi udara atau yang biasa dikenal air suspension tengah berkembang di dunia transportasi bus AKAP baik di pulau jawa maupun di luar pulau jawa. Terutama saat kemunculan chassis kelas premium seperti Mercedes benz OH 1626, OH 1830, OH 1836 dan juga Hino RN. Suspensi udara di nilai memiliki tingkat kenyamanan yang lebih prima dibandingkan dengan suspensi sebelumnya yaitu leaf spring atau biasa dikenal dengan ‘per daun’.
![]() |
| air suspension MB OH1626 |
Teknologi suspensi udara (air suspension) hingga saat ini telah digunakan pada berbagai aplikasi kendaraan termasuk kendaraan besar seperti, truk, bus maupun trailer. Air suspension sendiri memiliki 2 jenis, yaitu jenis balon dan air suspension jenis air silinder.
Air suspension jenis balon memiliki tingkat keempukan yang lebih mantap dibandingkan dengan air silinder, suspensi ini biasa kita lihat pada chasis bus atau trailer (di Indonesia pengaplikasiannya pada trailer jenis tanker).
Nah, untuk perawatan air suspension memang sedikit berbeda dengan perawatan suspensi jenis leaf spring, karena untuk mendukung sistem kerja air suspension di dukung oleh banyak komponen, antara lain kabel, kompressor, tabung udara,solenoid, dan pressure gauge.
Air suspension memiliki kelebihan pada bagian setting ketinggian suspensi yang di butuhkan, sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jalan yang akan dilalui. Untuk itu, sering kita jumpai bus-bus yang saat di garasi menaikkan atau menurunkan ketinggian suspensinya, karena itulah kelebihan dari air suspension bisa menyesuaikan tingkat kerendahan dan kenyamanan bagi penumpang.
![]() |
| Air Suspension Hino RG-1 |
Air suspension sendiri bisa digunakan oleh berbagai macam kendaraan, tapi tentunya harus menyesuaikan terlebih dahulu kendaraan mana yang akan di aplikasikan menggunakan air suspensi, ini di butuhkan untuk melakukan pemasangan air suspensi yang merupakan bagian dari modifikasi (bukan bawaan pabrik), karena bengkel (karoseri) harus menyesuaikan penempatan komponen-komponen yang mendukung kinerja air suspension yang sangat berhubungan dengan standart dari produsen chassis dan juga proses pembuatan bus di karoseri.
Pemasangan air suspension ini untuk sekelas kendaraan kecil (Sedan, MPV, SUV) pemilik kendaraan harus menyiapkan dana berkisar antara 35-50 juta, dan kisaran 100 jutaan juta untuk pemilik kendaraan bus atau trailer.
Nah itu tadi sekilas mengenai Air suspension pada kendaraan semoga bermanfaat lain kali kita bahas lebih detail mengenai suspensi udara ini.
Pengertian Air Suspension
Air suspension adalah Suspensi mobil dengan bantalan udara digunakan sebagai penopang bantingan dan pengganti fungsi per. Awalnya, sistem ini diperkenalkan oleh General Motors (Bus) sekitar tahun 1958.hingga kini penggunaanya banyak diaplikasi oleh berbagai mobil,bus dan trailer. Berkat adanya bantalan udara, tekanan angin dpt diatur seusai bobot terhadap ketinggian kendaraan.. Tentunya diperlukan peranti pompa udara dan tabung penyimpana, sebelim disuntikan masuk lewat katup selenoid.
ada 2 macam suspensi udara itu yaitu:
1. Aftermarket
2. OEM (Original Equipment of Manufacture)
*Aftermarket =>Pemasangan air suspension sebagai pengganti fungsi per daun atau per keong pada suspensi standar umumnya disediakan dalam satu perangkat komplet untuk instalasi. Seperti digunakan pada pengganti per keong yg terpisah dari shock(bukan coil over shock).
Perangkatnya, selaon Komponen utama(kompresor,tabung,selenoid dan selang),bantal pengungkit ketinggian langsung menggantikan posisi per aslinya.

Tidak seperti yang digunakan pada suspensi mobil jepang umumnya, bantalan udara tertanam dalam shock model strut. Letak bantal tidak terpisahkan dari shockbreaker,sehingga untuk aplikasinya perlu penggantian seluruh komponen shockbreaker.Hal serupa juga terjadi pada bantalan air suspensoin yang digunakan pada suspensi per daun. Umumnya. perangkat aftermarket ini diberikan paket bersama lengan ayun pengganti per daun.Agar naik turunya bantal tidak terganjal oleh topangan per.
Perbedaan versi OEM dan AFTERMARKET terlihat dari kontrol ketinggian yang dimiliki. Untuk mengatur ketinggian, perlu pengaturan secara manual alias lewat tombol satu per satu, tanpa ukuran secara otomatis .Selain itu, suara buang udara saat bantalan dikempiskan terdengar keras. Karena saluran buang tidak diredam melalui saluran kenalpot, seperti model OEM. Perawatan ekstra, ternyata banyak dibutuhkan oleh perangkat AFTERMARKET. Mulai kotoran dalam selenoid,slang dan bantalan yg kerap menggangu.

OEM(ORIGINAL EQUIPMENT OF MANUFACTURE)

Sebagai perangkat standar yg digunakan dalam suspensi mobil pabrikan. Pemakaianya diatur sesuai kondisi jalan dan kebutuhan pengemudi. Seperti yang digunakan pada Range Rover, Ketinggian mobil dapat dibuat hingga lima posisi. Dari posisi paling tinggi Extended,High,Standar,Highway dan terakhir Access.
Mengubah posisi terendah, yaitu access dapat dilakukan saat mobil berhenti. Tujuanya, untuk memudahkan penumpang untuk masuk ke dalam kabin. Setelah pintu tertutup semuanya, kendaraan yg sedang berjalan, otomatis dapat kembali pada posisi standar. Setelah mobil melaju pada kecepatan tinggi (diatas 96km/jam)sejauh 3.2 km.Ketinggian mobil otomatis dapat turun menjadi lebih rendah atau pindah pada posisi Highway. Setelah kecepatan kembali turun(dibawah 96km/jam)sejauh 800meter,ketinggian kembali pada posisi standar.
Berbeda setelah tombol High ditekan dari kendaraan berhenti. Ketinggian dapat dipertahankan setelah kecepatan masih dibawah 32km/jam. Jika lebuh, komputer pengatur suspensi akan mengembalikan ketinggian posisi suspensi ke standar. Terkecuali, saat mobil dengang ketinggian High, salah satu band terpelosok masuk ke dalam lubang. Akan terpantau oleh sensor ketinggian dari masing" rodanya,untuk minta komputer mengubah ketinggian suspensi menjadi Extended.Alias posisi paling tinggi, hmm..smart.
Merawat komponen suspensi pada Range Rover ini ternyata relatif mudah, selain pemeriksaan komponen secara rutin, saringan udara yang dihisap sebelum masuk kedalam tabung diganti sekitar satu tahun.
Selain dipakai Range Rover, air suspension juga digunakan pada mobil Toyota Harrier 3.0 dan 3.5, Lexus LS400 dan LX470. Model pengaturan berbeda dengan Range Rover, namun diatur sesuai kondisi jalan.
Langganan:
Postingan (Atom)


















